Kedudukan Balai Harta Peninggalan Semarang dalam Melindungi Orang dibawah Pengampuan
DOI:
https://doi.org/10.51903/e58xsk62Keywords:
Conservatorship, supervisory conservator, Orphans’ Chamber (Balai Harta Peninggalan), persons under conservatorshipAbstract
This study aims to determine the position of the Semarang Orphans’ Chamber in fulfilling its function as a supervisory conservator, as well as to identify the obstacles faced in providing legal protection for persons under conservatorship. This study is normative legal research. The research data used is secondary data. Data collection techniques were conducted through document studies and in-depth interviews with the Associate Civil Curator (Kurator Keperdataan Ahli Madya) of BHP Semarang. The secondary data obtained were then analyzed using a descriptive qualitative approach. The results indicate that BHP Semarang holds a strategic position as a supervisory conservator based on Article 449 in conjunction with Article 452 of the Indonesian Civil Code and the Regulation of the Minister of Law and Human Rights Number 7 of 2021. This position is manifested through three main roles: a supervisory role (monitoring the conservator's performance and auditing annual reports), a protective role (granting approval for crucial legal actions through authentic deeds), and a corrective role (proposing the revocation or replacement of the conservator to the court if irregularities are found). However, the effectiveness of this protection is still constrained by regulatory weaknesses, limited human resources and operational budgets, as well as low public legal awareness.
References
Ahmad Rizki Sridadi, (2023). Aspek Hukum dalam Bisnis. Airlangga University Press, Surabaya.
Aryanto, A. O. (2024). Implementasi Perlindungan Hukum Hak Atas Kebendaan Orang Pengidap Gangguan Jiwa di Bawah Pengampuan di Balai Harta Peninggalan Surabaya, [Undergraduate, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur]. https://repository.upnjatim.ac.id/27382/
Cahyono, A. B., & Sjarif, S. A. (2008). Mengenal Hukum Perdata. Jakarta: CV Gitama Jaya.
Hoesin, I. (2003). Perlindungan terhadap Kelompok Rentan (Wanita, Anak, Minoritas, Suku Terasing, Dll) dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Makalah dalam Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIIITahun2003,(https://www.academia.edu/download/43528607/Perlindungan_terhadap_kelompok_rentan_-_iskandar_hosein.pdf)
Kamila Salsabila Amin, N. (2026). Ketentuan Hukum Positif tentang Tanggung Jawab Pidana Atas Perbuatan yang Melibatkan Gangguan Jiwa. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(7), 3031–5220. https://doi.org/10.62281/KJC9ZG31.
PNH Simanjuntak, (2017),Hukum Perdata Indonesia, Kencana, Jakarta.
Prananingrum, D. H. (2014). Telaah Terhadap Esensi Subjek Hukum: Manusia dan Badan Hukum. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 73–92.
Raden Muyazin Arifin, (2024), Hukum Waris Perdata, LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Banyuwangi.
Ritonga, F. G., & Sitohang, M. (2024). Pembaharuan Ketentuan Pengampuan dalam KUHPerdata dalam Mewujudkan Perlindungan Hukum. Honeste Vivere, 34(2), 167–175.
Satrio, J., (1999), Hukum Pribadi Bagian I Persoon Alamiah, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti.
Senjaya, O., Koswara, I. Y., & Pura, M. H. (2025). Kendala dan Tantangan Perlindungan Kelompok Rentan dalam Proses Peradilan Pidana Indonesia: Perspektif Hak Asasi Manusia. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 27, 1–16.
Sharfina, V. H., & Sukananda, S. (2019). Perlindungan Hukum Atas Hak Keperdataan Bagi Orang yang Berada dalam Pengampuan (Studi Kasus Penetapan Nomor 0020/PDT. P/2015/PA. BTL). Justitia Jurnal Hukum, 3(2). https://journal.um-surabaya.ac.id/Justitia/article/view/3650.
Siti Ismijati Jenie, 2022, Kaidah Perwalian dan Pengampuan dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan, Makalah Diajukan pada Seminar Balai Harta Peninggalan.
Suryantini, K. D. (2024). Hak Pengampuan oleh Keluarga Pradana Sebagai Ahli Waris yang Sah Berdasarkan Penetapan Pengadilan Nomor 37/Pdt. P/2022/PN. Sgr di Desa Gesing (PhD Thesis, Universitas Pendidikan Ganesha). https://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/20475
Swibawa, K. A. A. M., Nandari, N. P. S., Prasada, D. K., & Putra, K. S. W. (2026). Perlindungan Hukum Terhadap Individu sebagai Penyandang Gangguan Kejiwaan Terkait Hak Waris Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 49–60. https://doi.org/10.61104/ALZ.V4I1.3009
Tampubolon, W. S. (2016). Upaya Perlindungan Hukum bagi Konsumen Ditinjau dari Undang Undang Perlindungan Konsumen. Jurnal Ilmiah Advokasi, 4(1), 53–61.
Wirahutama, D., Novianto, W. T., & Saptanti, N. (2018). Kecakapan Hukum dan Legalitas Tanda Tangan Seorang Terpidana dalam Menandatangani Akta Otentik. Masalah-Masalah Hukum, 47(2), 118–127.
Yunanda, N. R. (2020). Analisis Yuridis Terhadap Penetapan Pengampuan Perempuan Dewasa yang Mengalami Cacat Fisik dan Mental Berdasarkan Perkara No: 02/Pdt. P/2019/PN. Rgt (PhD Thesis, Universitas Islam Riau). https://repository.uir.ac.id/14996/
Yuniarlin, P., & Heriyani, E. (2018). Tinjauan Hukum Hukum Islam terhadap Fungsi Balai Harta Peninggalan dalam Mengurus Harta Kekayaan Orang yang Tidak Hadir. Jurnal Media Hukum, 1–9. https://doi.org/10.18196/jmh.2018.0096.1-8
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Giffary Dwi Satrio, Endang Heriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









3.png)