Determinasi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Berdasarkan Kesadaran, Pemahaman Perpajakan, dan Pemahaman Sanksi Pajak: Studi Kasus di KPP Pratama Klaten

Authors

  • Afifah Arum Wijayanti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Studi Ekonomi Modern, Indonesia
  • Heni Susilowati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Studi Ekonomi Modern, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-1093-3421

DOI:

https://doi.org/10.51903/kompak.v18i2.3057

Keywords:

Taxpayer awareness, understanding of tax regulations, understanding of tax sanctions

Abstract

Taxes serve as the primary source of state revenue and a crucial component in financing national development through the State Budget (APBN). This study examines the determinants of individual taxpayer compliance within the Klaten Primary Tax Office (KPP) in Central Java, with particular emphasis on the influence of awareness, comprehension of regulations, and understanding of tax sanctions. The research method uses a quantitative associative approach. Primary data were obtained by distributing questionnaires to 100 respondents using a nonprobability sampling technique, using the accidental sampling method. The data was analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results show that awareness, understanding of regulations, and comprehension of tax sanctions have a statistically significant effect on individual taxpayer compliance, both partially and simultaneously. The adjusted R value illustrates the model's ability to explain the data at 64.7%. To improve taxpayer compliance, tax authorities are advised to routinely conduct sustainable and easily accessible tax education programs, enforce tax sanctions consistently and transparently, and be supported by awareness campaigns for taxpayers in fulfilling their responsibilities to the state.

References

[1] Sahwa Nadia Fitri and Annisa Annisa, “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pemahaman Wajib Pajak Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Profit J. Manajemen, Bisnis dan Akunt., vol. 2, no. 2, pp. 218–237, Apr. 2023, doi: 10.58192/profit.v2i2.745.

[2] A. A. Khusna and A. Sihono, “Pengaruh Karakteristik Komite Audit, Profitabilitas, Tingkat Utang terhadap Penghidaran Pajak,” Kompak J. Ilm. Komputerisasi Akunt., vol. 17, no. 2, pp. 224–243, Nov. 2024, doi: 10.51903/kompak.v17i2.2055.

[3] S. Solihat and R. Agus Santoso, “Analisis Pengaruh Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib pajak Orang Pribadi Berdasarkan Literature Review Terindeks Sinta Tahun 2020-2024,” Ekoma J. Ekon., vol. 3, no. 4, pp. 212–226, 2024, doi: 10.56799/ekoma.v3i4.3444.

[4] I. G. A. P. Yoga and T. I. A. L. A. Dewi, “Pengaruh E-Filing, Sosialisasi, Kesadaran Wajib Pajak, Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Krisna Kumpul. Ris. Akunt., vol. 14, no. 1, pp. 140–150, 2022, doi: 10.22225/kr.14.1.2022.140-150.

[5] A. I. Sulistyawati, R. D. I. T. Lestari, and R. I. Sabilla, “The Effect of Tax Understanding, Taxpayer Awareness, Tax Socialization and Fiscus Services on Taxpayer Compliance of Personal Persons,” Int. J. Soc. Manag., vol. 3, no. 1, pp. 324–330, 2022, doi: 10.5555/ijosmas.v3i1.158.

[6] A. S. Wibowo, S. Nurlaela, and Y. Chomsatu, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Owner, vol. 6, no. 2, pp. 1304–1317, 2022, doi: 10.33395/owner.v6i2.681.

[7] S. Khodijah, H. Barli, and W. Irawati, “Pengaruh Pemahaman Peraturan Perpajakan, Kualitas Layanan Fiskus, Tarif Pajak dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Jabi (Jurnal Akunt. Berkelanjutan Indones., vol. 4, no. 2, pp. 183–195, 2021, doi: 10.32493/jabi.v4i2.y2021.p183-195.

[8] H. 2020 Rizky Pebrina Amir, “Pengaruh Penerapan E-SPT, Pemahaman Peraturan Perpajakan, Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Rizky,” J. Ilm. Ekon. dan Bisnis, vol. 17, no. 1, pp. 1–8, 2020, doi: 10.31849/jieb.v17i1.2563.

[9] S. A. F. Jihin, W. A. Sulistyowati, and Salta, “Kajian Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi Ditinjau dari Pemahaman Peraturan Perpajakan dan Sanksi Perpajakan,” Krisna Kumpul. Ris. Akunt., vol. 12, no. 2, pp. 303–319, 2021, doi: 10.22225/kr.12.2.2022.303-319.

[10] H. Afritenti, D. Fitriyani, and S. Susfayetti, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melakukan Pekerjaan Bebas yang Terdaftar di KPP Pratama Jambi,” Jambi Account. Rev., vol. 1, no. 1, pp. 63–79, 2020, doi: 10.22437/jar.v1i1.10945.

[11] W. Aprilia, N. U. Agun, L. K. Datrini, and A. A. B. Amlayasa, “Kepatuhan Wajib Pajak dalam Memenuhi Kewajiban Perpajakan Orang Pribadi,” J. Lingkung. Pembang., vol. 6, no. 1, pp. 23–31, 2022, doi: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.23-31.

[12] N. Sari and N. A. Azwad, “Pengaruh Pengetahuan Peraturan, Kesadaran dan Sanksi Perpajakan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Makassar Selatan,” J. Axegnal Tax Econ. Insights J., vol. 1, no. 1, pp. 1–6, 2024, [Online]. Available: https://jurnal-fisip.uim-makassar.ac.id/index.php/fiskal/article/view/73

[13] H. H. Sa’diyah, R. N. A. Putra, and M. R. Nugroho, “Theory of Attribution dan Kepatuhan Pajak di Masa Pandemi Covid-19,” Sci. J. Kaji. Ilm. Perpajak. Indones., vol. 3, no. 1, pp. 51–69, Oct. 2021, doi: 10.52869/st.v3i1.182.

[14] A. Amanda, I. M. Sudiartana, and N. P. S. Dewi, “Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Self Assessment System, E-Filling, Tingkat Pendapatan dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak,” Kumpul. Has. Ris. Mhs. Akunt., vol. 5, no. 2, pp. 456–467, 2023, [Online]. Available: https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/kharisma/article/view/6817

[15] R. A. Z. Nugraha, A. Nurrahman, A. Saputri, D. Juliani, and C. R. Achmadi, “Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Pemanfaatan Teknologi, Sanksi Pajak, dan Tingkat Pendidikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM,” Jureksi (Journal Islam. Econ. Financ., vol. 2, no. 2, pp. 80–93, 2024, doi: 10.59841/jureksi.v2i2.1113.

[16] C. L. Rochma and S. Hidajat, “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Akses Pajak, Fasilitas dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor: Indonesia,” Kompak J. Ilm. Komputerisasi Akunt., vol. 16, no. 2, pp. 340–348, Dec. 2023, doi: 10.51903/kompak.v16i2.1320.

[17] A. Ramadhanty and Zulaikha, “Pengaruh Pemahaman Tentang Perpajakan, Kualitas Pelayanan Fiskus, Sistem Transparansi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Diponegoro J. Account., vol. 9, no. 4, pp. 1–12, 2020, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/accounting/article/view/29037

[18] N. Azzahra and D. Sofianty, “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak dan Pengetahuan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Bandung Conf. Ser. Account., vol. 3, no. 1, pp. 126–134, Jan. 2023, doi: 10.29313/bcsa.v3i1.5853.

[19] B. M. Suci, T. E. Putri, and I. Eprianto, “Pengaruh Kesadaran Pajak, Sosialisasi Pajak Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak,” J. Econ., vol. 2, no. 9, pp. 2375–2385, 2023, doi: 10.55681/economina.v2i9.817.

[20] P. Rahayu, “Pengaruh Penerapan Aplikasi Electronic Filling (E-Fillling) Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Melaporkan SPT Tahunan (Studi Kasus pada Penyampaian SPT Tahunan Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa Universitas Islam Kadiri, Kediri),” J. Cendekia Akunt., vol. 4, no. 2, pp. 22–31, 2016, [Online]. Available: https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/CendekiaAkuntansi/article/view/284

[21] M. Wilestari and M. Ramadhani, “Pengaruh Pemahaman, Sanksi Perpajakan dan Tingkat Kepercayaan Pada Pemerintah Terhadap Kepatuhan Dalam Membayar PBB-P2,” AKRUAL J. Akunt. dan Keuang., vol. 2, no. 1, pp. 36–54, 2020, doi: 10.34005/akrual.v2i1.1043.

[22] T. Marpaung, A. E. Saragih, and H. Tampubolon, “Pengaruh Pengetahuan Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, Tingkat Penghasilan, dan Saksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Kendaran Bermotor Pada Kantor Samsat Sidikalang,” J. Ilm. Akunt., vol. 2, no. 1, pp. 1–12, 2023, doi: 10.54367/jimat.v2i1.2597.

[23] I. Iftakukhoiri and B. D. Bagana, “Pengaruh Pemahaman Wajib Pajak, Kesadaran Wajib Pajak dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kota Semarang,” Kompak J. Ilm. Komputerisasi Akunt., vol. 16, no. 2, pp. 471–488, Jan. 2023, doi: 10.51903/kompak.v16i2.1307.

[24] V. Anggini, R. Lidyah, and P. C. Azwari, “Pengaruh Pengetahuan dan Sanksi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dengan Religiusitas sebagai Variabel Pemoderasi,” Syntax Lit. ; J. Ilm. Indones., vol. 6, no. 6, p. 3080, 2021, doi: 10.36418/syntax-literate.v6i6.1430.

[25] A. Arif, A. Junaid, and D. Lannai, “Pengaruh Sanksi Perpajakan, Motivasi Wajib Pajak dan Sosialisasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara,” J. Akunt. Sist. Inf., vol. 1, no. 1, pp. 162–172, 2023, [Online]. Available: https://pasca-umi.ac.id/index.php/jasin/article/view/1358

[26] A. Basuki and Jaeni, “Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Ketegasan Sanksi, Kualitas Pelayanan Petugas Pajak dan Penerapan E – Filling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” Kompak J. Ilm. Komputerisasi Akunt., vol. 15, no. 2, pp. 428–466, Nov. 2022, doi: 10.51903/kompak.v15i2.820.

Downloads

Published

2025-10-02

How to Cite

Determinasi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Berdasarkan Kesadaran, Pemahaman Perpajakan, dan Pemahaman Sanksi Pajak: Studi Kasus di KPP Pratama Klaten. (2025). Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi , 18(2), 488-498. https://doi.org/10.51903/kompak.v18i2.3057

Similar Articles

21-30 of 69

You may also start an advanced similarity search for this article.